Penyebab Kencing Tidak Tuntas Pada Wanita, Nomor 4 Tak Disangka-Sangka!

Penyebab Kencing Tidak Tuntas

Kencing tidak tuntas pada wanita sering mengganggu aktivitas atau kegiatan yang sedang dilakukan. Kencing tidak tuntas merupakan sebuah keinginan untuk mengeluarkan urine lagi tidak lama setelah kencing. Definisi lain adalah keadaan dimana masih merasa ada urine yang belum keluar secara tuntas. Hal ini sering terjadi pada wanita. Kencing tidak tuntas sering dianggap sepele karena dapat dikategorikan sebagai gangguan berkemih yang perlu diwaspadai.

Penyebab Kencing Tidak Tuntas Pada Wanita

Kencing tidak tuntas terjadi pada wanita bukan tanpa sebab. Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan kencing tak tuntas yang sangat tidak nyaman ini. Bahkan kencing tidak tuntas juga dapat dikategorikan sebagai kelainan pada kandung atau saluran kemih yang memicu wanita menjadi sering buang air kecil. Berikut ini adalah daftar penyebab mengapa kencing tidak tuntas sering dialami wanita:

1. Terjadi kerusakan saraf

Urine yang tidak bisa keluar dengan tuntas ternyata dapat terjadi karena beberapa kondisi. Misalnya saja pada penderita stroke dan diabetes, gangguan berkemih yang satu ini merupakan hal biasa. Bahkan kerusakan saraf pada tulang belakang juga dapat memicu kencing tidak tuntas. Jika dibiarkan semakin lama, maka intensitas berkemih akan menjadi semakin sering hingga menyebabkan rasa sakit. Untuk itu, segera konsultasi ke dokter adalah langkah yang tepat.

2. Terserang infeksi

Selain pengaruh kerusakan saraf, kencing tidak tuntas juga dapat menyerang karena infeksi atau peradangan pada saluran kemih. Salah satu contoh infeksi pada saluran kemih yang sering terjadi adalah gonore yang merupakan salah satu penyakit seksual menular. Gonore merupakan salah satu contoh infeksi yang menyebabkan berbagai gangguan saat buang air kecil.

3. Dampak dari konsumsi obat-obatan tertentu


Terdapat beberapa jenis obat yang dapat mempengaruhi kelancaran buang air kecil. Obat-obatan tersebut antara lain obat bius, anti depresan, obat hidung tersumbat, obat alergi, obat kram dan obat inkontinensia urine dapat mengganggu kesehatan saluran kemih yang membuat frekuensi buang air kecil menjadi lebih sering. Agar kencing lancar pada saat mengonsumsi obat-obatan tersebut, sebaiknya dikonsumsi sesuai aturan dan dosis serta perbanyak minum air putih untuk menetralisir.

4. Terjadi masalah psikologis

Penyebab yang satu ini memang tak disangka-sangka. Masalah psikologis ternyata juga sangat berperan dalam menyebabkan gangguan buang air kencing. Salah satu sindrom yakni paruresis merupakan sindrom yang berkaitan dengan psikologis seseorang yang membuat mereka merasa malu untuk buang air kecil di toilet umum. Karena lebih senang menahan kencing, akhirnya maslah kencing tak tuntas pun tak dapat terelakkan.

5. Terdapat gangguan kandung kemih

Gangguan pada kandung kemih sendiri juga dapat mengakibatkan kencing tidak tuntas. Masalah yang sering muncul adalah melemahnya otot kandung kemih yang berdampak pada kanker yang dapat menghalangi saluran kemih. Hal inilah yang mula-mula membuat kencing menetes setelah kencing dan lambat laun akan menyebabkan kencing tidak tuntas hingga terjadinya penggosongan kandung kemih yang perlu pengobatan khusus.

6. Membesarnya kelenjar prostat jinak

Kencing tidak tuntas juga dapat terjadi pada pria yang sudah berumur. Kencing tidak tuntas pada pria paruh baya seringnya disebabkan karena terjadinya pembengkakan atau pembesaran bagian tengah prostat sehingga dapat memberikan penekanan pada saluran kemih. Hal ini tentu akan berpengaruh buruk bagi pria saat berkemih.

Supaya kencing tidak tuntas pada wanita tidak menyerang Anda, perhatikan beberapa faktor penyebab di atas. Jangan biarkan kencing tidak tuntas terjadi pada Anda selama berhari-hari. Segera berkonsultasi ke dokter untuk mendapat saran dan pengobatan yang tepat.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *